Wednesday, September 30, 2009

Bumi Bergegar

semalam, tanggal hari yang bertarikhkan nombor istimewa buat sesetengah orang, 29.09.2009 berlaku gempa bumi sekuat 7.9 skala ritcher di kawasan sumatera barat. Kejadian yang berlaku sekitar pukul 6.16 petang waktu Malaysia itu, setakat ini dilaporkan menyebabkan 75 kematian dan ratusan rumah musnah. Malapetaka itu, berlaku hampir sebulan selepas kejadian gempa yang berlaku di tasik malaya di wilayah jawa barat yang telah mengorbankan sekitar 123 orang.

Susulan kejadian tersebut, beberapa tempat disekitar tanah air turut berkongsi gegaran. Gegaran ini dirasai terutamanya bagi yang sedang berada ditempat-tempat yang tinggi. Kelihatanlah akibat cetusan gegaran kecil yang sampai ke sini, ramai yang turun dari bangunan-bangunan tinggi dek kerana perasaan cemas atas rasa gegar itu.

Antara yang turun bangunan itu, termasuklah diri yang mencatat ini. Panik. Tidak malu dinafikan, perasaan itu terbit dalam hati. Gegarannya cukup terasa. Sebaik ketahuan hakikat kejadaian yang berlaku di negara jiran, dengan kekuatan saat itu dilaporkan 7.1 skala ritcher, hati kecil berbisik "Wah, ini baru tempias dari kekuatan gegaran sedemikian dengan jarak sejauh-jauhnya, mungkin jutaan kilometer dari tempat kerjaku, dah rasa kecut perut, kalau betul-betul di tempat kejadian macammana la gamaknya"

Pengalaman itu, walaupun sekejap detiknya, namun harganya tinggi. Tinggi bukanlah ukuran gegaran yang dirasai, namun pelajaran yang terbit dari pengalaman tersebut. Kesedaran tentang seharusnya bersyukur dilahirkan dibumi bebas kejadian fenomemena alam yang bersifat destruktif. Detik ringkas yang sedikit cemas itu cukup menyedarkan untuk sentiasa menghargai diri dan masa yang ada untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya selagi masih dikurniakan. Kerna kita tidak tahu dan pasti akan apa yang bakal menimpa kita sekejap lagi, esok hari dan ke hadapan. Maka, saat 'sekarang' itu harus benar-benar dihargai dengan perbuatan-perbuatan yang cukup mampu memberi manfaat kepada diri.

Kebetulan perisitiwa ini berlaku, aku ambil keputusan meyelongkari khazanah alam maya ini mendapat maklumat-maklumat yang bermanfaat. Jadi, disini dipamerkan buat tatapan siapa lagi kalau bukan diri sendiri akan tip-tip atau langkah-langkah yang perlu diambil saat menghadapi kecemasan gegaran.

Persiapan untuk keadaan darurat
1. Menentukan tempat-tempat berlindung yang aman jika terjadi gempa bumi. Tempat berlindung yang aman adalah tempat yang yang dapat melindungi anda dari benda-benda yang jatuh atau mebel yang ambruk, misalnya di bawah meja

2.Menyediakan air minum untuk keperluan darurat. Bekas botol air mineral dapat digunakan untuk menyimpan air minum. Kebutuhan air minum biasanya 2 sampai 3 liter sehari untuk satu orang.

3. Menyiapkan beg yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian. Barang-barang yang sangat diperlukan dalam keadaan darurat misalnya:
Lampu suluh dan bateri
Air minum
First aid kit @ bekalan ubat-ubat asas seperti penahan sakit, ubat luka, plaster dll
Makanan yang tahan lama seperti biskuit
Lilin dan lighter

4.Mencegah kaca jendela atau kaca lemari pakaian agar tidak pecah berantakan di saat gempa bumi dengan memilih kaca yang kalau pecah tidak berserakan dan melukai orang (Safety Glass) atau dengan menempelkan kaca film

5. Mencari tahu lokasi tempat evakuasi dan rumah sakit yang terdekat. Jika pemerintah setempat tidak mempunyai tempat evakuasi, pastikan anda tidak pergi ke tempat yang lebih rendah atau tempat yang dekat dengan pinggir laut/sungai untuk menghindari tsunami
Ketika Terjadi Gempa Bumi

6.Matikan jika anda sedang memasak. Matikan juga alat-alat elektronik yang dapat menyebabkan timbulnya api. Jika terjadi kebakaran di dapur, segera padamkan api dengan menggunakan alat pemadam api. Jika tidak mempunyai pemadam api gunakan pasir atau karung basah

7. Membuka pintu dan mencari jalan keluar dari rumah atau gedung

8. Utamakan keselamatan terlebih dahulu, jika terjadi kerusakan pada tempat Anda berada, segeralah mengungsi ke tempat pengungsian terdekat

9.Tetap tenang dan tidak terburu-buru keluar dari rumah atau gedung. Tunggu sampai gempa mereda, dan sesudah agak tenang, ambil tas ransel berisi barang-barang keperluan darurat dan keluar dari rumah/gedung menuju ke lapangan sambil melindungi kepala dengan helm atau barang-barang yang dapat digunakan untuk melindungi kepala dari benturan reruntuhan.
Jika anda harus berjalan di tengah jalan raya, berhati-hatilah terhadap papan reklame yang jatuh, tiang elektril yang tiba-tiba rubuh, kabel elektrik, pecahan kaca, dan benda-benda yang berjatuhan dari atas gedung

10.Jika gempa bumi terjadi pada saat Anda sedang menyetir kendaraan, jangan sekali-kali mengerem dengan mendadak atau menggunakan rem darurat. Kurangilah kecepatan secara bertahap dan hentikan kendaraan anda di bahu jalan. Jangan berhenti di dekat pompa bensin, di bawah kabel bertegangan tinggi, atau di bawah jembatan penyeberangan.

Ini sebahagian yang dipetik dari catatan wikipedia berbahsasa Indonesia, ada yang kelihatan wajar. Ada juga yang mencetus persoalan "sempatkah?" lebih-lebih lagi dalam situasi genting dan cemas. Secara psikologi pada saya, apabila situasi telah terjadi atas diri, panik tidak akan membantu langsung menyelamatkan diri. Kalau panik dapat bantu selmatkan diri, silakan panik. Kuncinya disini, dalam keadaan genting, fikiran kena tenang dan cekap. Berfikir secara wajar, rasional dan cepat dalam tindakan. Cepat bukan terburu-buru. Tapi tangkas dan cekap.

0 comments: